Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Seandainya

Seandainya seperti putri duyung di dongeng itu, 
kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku
Seandainya aku akan menjadi buih....
Aku hanya akan membiarkan buih-buih kesedihanku 
menyaru bersama deburan ombak laut itu

Dan selama itu, 
aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya 
pelan-pelan tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.
Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah
Kau ada di hidupku, 
tapi bukan untuk kumiliki.
Aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata

Sebut aku pesimis, 
tapi sudah terlalu lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu

Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini, 
kumohon jangan menyalahkan dirimu
Mungkin memang sudah begini takdir rasaku
Cintaku padamu tak akan pernah melambung ke langit ketujuh
Karena inilah pengorbanan terakhirku: 
membiarkanmu bahagia tanpa diriku

No Title

Jika mawar yang kau genggam itu berduri dan menyengat
Kenapa masih saja kau genggam?
Bukankah masih ada bunga indah di luar sana?
Bahkan tetesan darahmu itu
Hanya akan memerahkan mawar yang terlalu angkuh kau genggam
Lepaskanlah
Sakit awalnya..
Biarkan sejuk embun melati redakan sakitmu..

Aku dan Serdadu Angka

Mereka berteriak
Aku diam..
Menjadi pecahan-pecahan kecil sin cos tan
Menggapai asa sebuah logika

Mereka menyerang
Menjadi gumpalan-gumpalan segitiga
Mengharap menjadi pecahan akar pangkat

Aku dan para serdadu
Bertarung
Menumpahkan darah darah air
Mengalir dari pelipis

Para serdadu semakin ganas
Merobek pertahanan
Senjataku semakin tumpul

Sudah
Pensil jatuh, selesai
Bulatan-bulatan dan silangan soal yang hampa tak berdosa

Aku kalah
Selamat tinggal serdadu
Trigonometri, logika, dimensi tiga
Hanya masalah soal angka

Selasa, 01 Mei 2012

Ada Apa Dengan Cinta?

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.

Tentang Seseorang

Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri
bosan aku dengan penat

Senin, 30 Januari 2012

Inikah Indonesia?

Sudah 66 tahun negara ini menghamba pada orang orang berdasi
rakyat ini lelah dengan semua omong kosong mereka
tapi kami,

para rakyat jelata hanya bisa diam membisu 
ketika para orang orang berdasi itu pergi ke Yunani
saat kami butuh uluran tangan mereka

kami lelah diperdaya oleh kaum kaum bertangan besi
yang mengaku masih berdarah biru
mengumbar janji janji penuh percaya diri
tanpa ada bukti
kami butuh ketegasan
ketika ekstasi ekstasi mulai menyebar keseluruh negri
membawa petaka di depan monumen kebanggan
9 orang telah dijemput 
raga raga yang menjadi harapan bangsa

kami tak butuh aktor pesolek kecil
beraksi bagai jagoan 
untuk menuntaskan kehausan sebuah kewajiban
berlenggak lenggok bagai Indiana Jones

rakyat rakyat terlantar 
mengais sampah di depan gedung perwakilan
kumuh
bau

di mana wakil rakyat berada?
tangan tangan bersih telah pergi
keadilan telah hilang
demokrasi telah hilang 


negara ini butuh tangan bersih
yang bisa diterima golongan hitam
tapi bukan menjadi golongan abu abu





Jumat, 25 November 2011

Tuhan

Tuhan
Taburilah dataran hatiku dengan benih keimanan
agar berkecambah ia di sisi pohon ketaqwaan
dan tak gersang ia menjadi gurun kekufuran
Tuhan
Pagarilah taman jiwaku dengan gerigi muroqobah 
agar mekar di sana berbunga mahmudah
dan tak rusak di rengut mazmumah
Tuhan
Ikatlah nafsuku dengan tali cintaMu
agar tunduk taqarub selalu
dan tak lepas ia kepada kasihan duniaMu
Tuhan 
Siramilah akalku dengan tafakur
agar pepohonan ilmu dan ma'rifah di halamannya tumbuh subur 
dan tak henti membuahkan syukur 
Tuhan
Karuniakanlah padaku syukur dan khusyu' serta ridho 
Tenggelamkanlah hatiku dalam ikatan cintaMu
agar tunduk hati dan akalku pada kuasaMu
Kau terimalah kalbaku dalam ridho kasihMu 
Tuhan
Jika aku mencintai seseorang 
Cintakan aku kepada hati yang terpaut 
oleh cintaMu dan cinta RasulMu

Kamis, 23 Juni 2011

My Feeling

Hatiku bagaikan kaca yang siap hancur
Sulit untuk dimengerti
Hati teselimuti mendung
Hujan bersiap untuk menumpahkan hujan
Setan setan di sekelilingku
Membuat ancang ancang untuk menghasut
Bendungan tak lagi kuat menahan air
Air dengan sediki demi sedikit mulai menghancurkan bendungan
Air pun akhirnya bisa menerobos bendungan
Air membanjiri sekelilingnya
Hingga aku menghapusnya